Sebetulnya maju mundur mau posting atau mau menulis
Tapi seperti yang selalu mas Suhadi ulang-ulang, Allah lah yang menakdirkan, Allah juga yang menggerakkan
16 tahun lalu mengenal mas Suhadi, belum sebagai mentor, tapi sebagai siswa PKL yang "diberdayakan" sebagai tukang foto-foto & tukang ngaduk coklat, tapi ternyata Allah menakdirkan itu sebagai awal salah satu episode terbaik yang terjadi dalam hidup saya
Saya selalu percaya, rezeki itu bukan hanya perkara materi. Punya lingkungan kerja kondusif itu rezeki, punya fleksibiltas waktu kerja untuk beribadah itu rezeki, termasuk punya MENTOR supportif itu juga rezeki
Kalau Muhammad al-Fatih punya Sultan Murad II sebagai ayah biologis & Syaikh Aaq Syamsuddin sebagai mentor ideologis, maka saya punya Agus Sukmadirasa sebagai ayah biologis & punya mas Suhadi sebagai mentor ideologis (Semoga Allah selalu merahmati)
Memang saya tidak menaklukan Konstatinopel sebagaimana Muhammad al-Fatih, tapi saya terus berusaha untuk menaklukan diri sendiri menjadi versi yang selalu lebih baik, dengan izin Allah, salah satunya melalui perantara mas Suhadi
Cuma mau bilang : TERIMA KASIH BANYAK MAS SUHADI
Terima kasih sudah selalu mengingatkan bahwa setiap dari kita adalah berlian yang diciptakan dalam bentuk terbaik oleh Sang Maha Sempurna
Terima kasih sudah selalu menjadi pelita ketika saya kehilangan api perjuangan
Terima kasih sudah selalu memberikan penyejuk ketika saya emosional, tidak rasional & tertunduk
Dan, terima kasih banyak sudah mengizinkan saya menjadi salah satu tempat ngobrol
Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih
Allah Maha Baik. Allah Maha Baik. Allah Maha Baik
NKNLY. Nanti kita ngobrol lagi ya.
